Skip to content Skip to footer

I am not perfect,
just limited edition

Heri Cahyono, pria kelahiran Malang 12 Desember 1975 ini mengawali karirnya sebagai pengusaha sejak tahun 2001 setelah “pensiun” dari berbagai pekerjaan, di antaranya sebagai pencari kayu bakar, tukang ojeg, tukang las dan terakhir sebagai mekanik mobil. Dengan bermodalkan dana sebesar 15 juta rupiah, Heri Cahyono merintis usahanya di bidang automotif khususnya roda 4 yang kemudian memiliki 3 grup perusahaan skala menengah yaitu PEKA Group, HRA Group, KSI Group dan saat ini sudah membuka lapangan pekerjaan bagi 1200 orang tenaga kerja.

Mental Heri Cahyono dibentuk sejak masa kecil yang ditempa dengan proses “Learning by Doing” secara alami yang didapat dari pengalamannya merangkak membangun usaha dari bawah. Pendidikan SD-SMP dia selesaikan di tempat lahirnya yakni di Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, setelah itu dia menyelesaikan pendidikan STMN Singosari Malang mengambil jurusan Teknik Automotif.

Heri Cahyono juga pernah mendapat beasiswa pendidikan dari VEDC Malang dan kemudian dia bekerja sambil kuliah di STIEAD Jakarta. Semangatnya mencari ilmu dia wujudkan dengan mengikuti pelatihan manajemen mulai dari PPM Manajemen di Menteng, Jakarta Pusat, hingga mendapat beasiswa dalam program IDCM (Indonesian Coorporate Management) di Osaka, Jepang. Baginya berlaku sebuah prinsip “Tidak ada garis akhir untuk menuntut ilmu”.

Keberhasilan yang dia raih saat ini adalah wujud dari tertulisnya cita-cita saat kecil, dia menceritakan :

“Pada saat kelas 5 SD saya mendirikan perusahaan pertama saya bertempat di alam keinginan saya dan saya tuliskan di sampul buku tulis saya. Nama perusahaan tersebut adalah PT. HRA (HeriRudiAndri) yang semuanya adalah kakak kandung saya. Setelah 16 tahun kemudian cita-cita itu terwujud dan benar-benar mendirikan perusahaan saya dengan nama PT HRA.”

Kata – kata itu lenyap menguap, sementara tulisan abadi menetap atau dalam bahasa latinnya :

Verba volant scripta manen

Maka jika kita punya cita-cita tulislah, berikan energi, upayakan dan doakan!!

Di sela kesibukannya menjadi pengusaha, Sam HC juga mengisi waktu luangnya untuk berbagi kepada yang lain dengan menjadi motivator dan mentor di bidang manajemen & kewirausahaan di berbagai universitas besar di Indonesia, antara lain UGM Yogjakarta, IPB Bogor, UNHASS Makassar, UNAIR Surabaya, Andalas Padang dan juga membagikan ilmunya kepada kelompok UKM di seluruh Indonesia.

Pemberian motivasi, binaan dan pendampingan hampir seluruhnya dilakukan dengan gratis alias tanpa biaya apapun. Bahkan Sam HC sebagian besar menanggung sendiri seluruh biaya transportasi dan akomodasi saat memberikan motivasi ke berbagai daerah. Dia merasa sangat prihatin atas kondisi UKM di Indonesia yang belum bisa berkembang karena tidak pernah mengetahui syarat sukses usaha yang justru harusnya dikuasai sebelum memulai usaha.

Pada akhirnya dia berkesimpulan bahwa “sebagian besar usahawan kita justru bukan pengusaha, tetapi hanya pekerja yang terjebak dalam bingkai usaha”, sehingga mereka berkemungkinan kecil untuk menjadi usaha yang besar karena tidak tahu bagaimana cara memulainya.

Di sisi lain sebagian besar pekerja kita ternyata hanya “karyawan profesi”, bukan karyawan professional sehingga selamanya akan berharga MURAH.

God Management School

Atas dasar kenyataan di atas, maka Sam HC memutuskan mendirikan pesantren wirausaha pada tanggal 3 Mei 2018 yang ditujukan untuk mencetak professional dan pengusaha dengan didasari integritas yang tinggi.

Pesantren itu bernama Pesantren Wirausaha Kalasuba Indonesia (Pusaka Indonesia) yang berlokasi sama dengan tempat kelahirannya yakni di Dusun Slatri, Desa Pait, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, dengan konten mata pelajaran yang didasari kontemplasi diri kepada Allah SWT yang bernama “GOD Management School”  -Sekolah Untuk kehidupan.

Keahlian

Jadilah yang sedikit, prinsip ini yang Sam HC pegang sampai saat ini. Jika kita memilih jadi yang sedikit maka kita akan menjadi pembeda yang baik dan tentunya akan berharga mahal. Sam HC termasuk salah satu orang yang langka di Indonesia karena mempunyai beberapa Keahlian Khusus yang jarang dimiliki oleh orang kebanyakan umum.

Pengalamannya sebagai orang yang berangkat dari nol merupakan pelajaran sangat berharga yang membuatnya kaya akan pengalaman, ditambah lagi dengan pengembaraannya ke berbagai pelosok Indonesia dan berbagai negara di dunia yang akhirnya menambah pundi-pundi keilmuanya.

Sam HC juga tidak pernah malu belajar kepada siapapun, baginya setiap orang memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh yang lainya. Dari perjalanan hidupnya, Sam HC mempunyai keahlian di bidang manajemen, keilmuan wirausaha, keuangan, administrasi, operasional, pengelolaan sumber daya manusia, marketing, kepemimpinan, kemampuan memahami dan memecahkan masalah, kemampuan survival (bertahan hidup), dan mentalitas yang sangat kuat.

Satu keahlian utama yang membuat Sam HC sukses adalah kemampuan membuat kreativitas. “Dalam hal apapun kreativitas dibutuhkan, baik untuk bertahan (survive), berkembang, maupun untuk memecahkan sebuah masalah, kreativitas hanya butuh modal otak, ia tidak butuh modal uang”.

Baginya kreativitas adalah turunan dari produk budaya Arek Malang yang bentuknya tidak berwujud (intangible), tetapi mempunyai daya ledak yang sangat besar. Kreativitas menurutnya juga bisa menjadi mata uang baik masa sekarang maupun masa yang akan datang. Untuk menampung kreativitas Sam HC akhirnya mendirikan wadah bernama Bank IDE yang akan menjadi jembatan penghubung antara yang punya ide dengan partner yang dibutuhkan.

Riwayat Pendidikan

  • SDN Wonoagung 1, Kasembon
  • SMPN, Kasembon
  • STMN, Singosari
  • STIEAD, Jakarta
  • PPM Management, Jakarta
  • IDCM, Osaka, Jepang

Riwayat Pekerjaan / Karier

  • Tukang cari kayu bakar
  • Tukang Ojek
  • Tukang Las
  • Mekanik Mobil
  • Pengusaha
  • Pendidik
  • Mentor & Motivator
  • Konsultan

Perusahaan dan Unit Usaha

sam hc
sam hc

Pensiun

Sejak muda Sam HC sudah terbiasa dengan target, hampir seluruh kegiatan dalam hidupnya berupa target. Baginya apabila kegiatan tanpa target akan menjauhkan kita dari kata sukses!! Termasuk target pensiun yang ia canangkan justru saat dia masih muda. Sam HC mempunyai target pensiun di usia 40 tahun dan memutuskan diri melanjutkan hidup dengan mengabdikan diri ke masyarakat melalui sederet program yang sudah dia siapkan melalui Yayasan Kalasuba Indonesia, antara lain Rumah Dakwah, Pesantren Wirausaha Kalasuba Indonesia, GOD Management School, Pasar Berkeadilan, Bank Ide, Kampoeng Manajemen, Manajemen Masjid, Kampung Duren, Bank Man Power.

Kini Sam HC telah menepati cita-citanya, pensiun di usia 40 tahun dari perusahaannya yang sudah bermanajemen kendali otomatis, meninggalkan hingar-bingar Jakarta yang telah dia taklukkan selama 22 tahun dan Kembali menetap di Malang sejak tahun 2018 untuk terus mewujudkan cita-cita yang dia tulis di masa muda.

Pensiun di usia muda dengan sederet programnya adalah bentuk kepedulian, sebuah nasionalisme yang harus ditunaikan, yakni tanggung jawab terhadap kondisi bangsa ini. “Buat apa berkekayaan jika terpisah dari derita lingkungan, buat apa berilmu jika sampai hari ini kita masih bisu, buat apa kaya dan berilmu jika hanya untuk kita nikmati sendiri”, itulah sebuah prinsip yang menyentuh kesadaran Sam HC untuk lebih banyak berbuat dengan meninggalkan kehidupan yang seharusnya dia bisa jalani dengan gemerlap!!!

Sam HC berharap beberapa program pensiun bisa dilaksanakan oleh pemerintah, antara lain Bank Ide, Bank Man Power, Pasar Berkeadilan dan Kampoeng Manajemen, karena Sam HC meyakini program ini akan membuat Indonesia melompat mengejar ketertinggalan…insyaAllah