By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
HERI CAHYONO - SAMHCHERI CAHYONO - SAMHCHERI CAHYONO - SAMHC
  • Profile
  • Berita
  • Pusat Curhat Rakyat
  • Bank Ide
  • Form Dukungan
Reading: Polemik Parkir dan Kemacetan di Kota Malang
Font ResizerAa
Font ResizerAa
HERI CAHYONO - SAMHCHERI CAHYONO - SAMHC
  • Profile
  • Berita
  • Interaksi
    • Pusat Curhat Rakyat
    • Bank Ide
    • Form Dukungan
Follow US
© 2022 Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.
Berita

Polemik Parkir dan Kemacetan di Kota Malang

Share
4 Min Read

Kota Malang, telah menjadi sebuah destinasi yang begitu memikat di Jawa Timur, banyaknya perguruan tinggi dan tempat wisata menjadi magnet penarik bagi masyarakat luar Kota Malang. Namun, pertumbuhan ini juga membawa tantangan baru, terutama dalam hal kemacetan lalu lintas dan keterbatasan lahan parkir. 

Area populer seperti Mal Pelayanan Publik Merdeka (Eks Ramayana Mal) dan mal sekitarnya, alun-alun kota, serta area Kayu Tangan Heritage seringkali terjebak dalam kemacetan, terutama pada akhir pekan. Ironisnya, bahkan titik-titik lain di Kota Malang juga masih sering terjebak dalam kemacetan akibat parkir yang tidak tertib.

Baca Juga: Kemacetan di Kota Malang: Tantangan dan Solusi Untuk Masa Depan 

Karena lahan yang terbatas, tak jarang banyak badan jalan yang dialihfungsikan sebagai lahan parkir, meskipun kadang hanya sementara, tapi tetap saja membuat kendaraan menumpuk dan membuat lalu lintas macet.

Tantangannya tidak hanya pada kemacetan lalu lintas. Keberadaan jukir liar, juru parkir tanpa izin resmi, juga turut merusak tatanan parkir yang seharusnya tertib. Mereka melakukan pungutan liar tanpa memberikan karcis resmi, uang parkir yang seharusnya masuk ke kas daerah malah mengalir ke kantong pribadi mereka. Tidak hanya itu, mereka juga nekat memarkir kendaraan di area terlarang.

Potret kendaraan yang parkir di area terlarang beberapa sudut Kota Malang
Potret kendaraan yang parkir di area terlarang beberapa sudut Kota Malang

Petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan Pemerintah sebenarnya juga sudah melakukan penegakan aturan terkait lahan parkir liar dan jukir nakal. Namun seringkali kejadian seperti ini terulang karena tidak ada penindakan tegas dan kurangnya pengawasan, jadi terbukti belum efektif.

Seperti diketahui, selama ini petugas Dishub Kota Malang sering menderek maupun menggembok kendaraan yang parkir liar. Pengendara yang mau mengambil atau melepas gembok harus membuat surat pernyataan. Adapun nantinya akan dibuatkan perda terkait parkir yang isinya memberikan sanksi denda kepada pemilik kendaraan yang tidak tertib.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang Widjaja Saleh Putra mengatakan bahwa pemberian sanksi denda itu saat ini sedang diproses dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) rencananya akan disahkan di tahun 2023 ini.

Seharusnya Kota Malang bisa meniru inovasi baru dari Kota Surabaya. Saat ini Pemerintah Kota dan Dishub Surabaya tengah gencar sosialisasi “Gerakan Minta Karcis Parkir”, inovasi ini diharapkan mencegah PAD (Pendapatan Asli Daerah) di sektor retribusi parkir bocor.

Potret kendaraan yang parkir di area terlarang beberapa sudut Kota Malang
Potret kendaraan yang parkir di area terlarang beberapa sudut Kota Malang

Penindakan ini dilakukan untuk bisa mengurangi jumlah oknum jukir liar dan jukir yang meminta uang retribusi parkir melebihi harga tertera di karcis . “Kalau tidak dikasih karcis, tidak usah bayar dan segera laporkan  pengaduan melalui command center, kami akan menindak dengan tegas.” kata Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru.


Selain itu solusi lain pemerintah bisa menerapkan sistem Parkir Pintar dan terintegrasi. Sam HC sudah pernah membangun dan menjalankan sistem ini di beberapa proyek miliknya dan terbukti sangat efektif dan memberikan banyak manfaat. Melalui sistem parkir canggih dan modern, Sam HC telah membuktikan bahwa inovasi dapat mengatasi masalah parkir yang kompleks.

Parkir Pintar, salah satu inovasi SamHC yang sudah diterapkan dan berjalan efektif.

Dalam skenario ini, langkah-langkah pengaturan ulang lahan parkir menjadi sangat penting. Jika dijalankan dengan efisien dan didukung oleh penegakan aturan yang tegas serta pengawasan yang ketat, solusi ini memiliki potensi untuk mereduksi kemacetan lalu lintas dan meningkatkan pengalaman berlalu lintas di Kota Malang.

Mungkin saatnya bagi Kota Malang untuk mengambil inspirasi dari berbagai aspek, menilai inovasi yang sudah terbukti berhasil, dan menerapkannya sesuai dengan kebutuhan setempat. Dengan tindakan yang tepat, kemacetan lalu lintas dan masalah parkir bukanlah hal yang tidak dapat diatasi. Pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama merancang masa depan yang lebih lancar dan tertib bagi Kota Malang yang terus berkembang.

TAGGED:Dishub Kota MalangParkir LiarParkir Pintar
Share This Article
Facebook Twitter Email Print
Previous Article Geliat UMKM di Malang: Kontribusi Besar Perekonomian dan Kiprah Sam HC
Next Article Sam HC dan KONI Kota Malang Melepas Tim Futsal Putra dan Putri untuk Porprov Jatim VIII 2023

Selengkapnya Tentang SAM HC

sam hc

Selalu Menjadi Pembeda Yang Baik (Out of The Box)

samhc motivator

SDM & Pendidikan (3): Motivator

gms

SDM & Pendidikan (2): Pesantren

samhc studi banding

SDM & Pendidikan (1)

sam hc upacara agustusan

Pensiun & Nasionalisme

Previous Next

Berita

Sam HC dan KONI Kota Malang Melepas Tim Futsal Putra dan Putri untuk Porprov Jatim VIII 2023

16/09/2024

Pasar Kebalen: Mengulik Keberlanjutan Pasar Legendaris di Malang

16/09/2024

Yunus Abdurrahman, Tiba di Malang Dengan Hadiah Istimewa

16/09/2024

Arek Malang Berkarakter Malangan

17/09/2024

Bersama Keluarga Menikmati Alam Sekaligus Melatih Kemandirian

16/09/2024
Previous Next
HERI CAHYONO - SAMHCHERI CAHYONO - SAMHC
Follow US
© 2024 Sam HC | All Rights Reserved.
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kontak